Parade Budaya Kabupaten Cilacap

Oleh pada 23 Maret 2013 | Dibaca 2163 kali

Kamis (21/3), Kekayaan budaya perpaduan antara wilayah timur yang kental dengan Banyumasan dan wilayah Barat dengan nuansa Sunda turut memeriahkan Parade Budaya Cilacap yang digelar dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-157 Kabupaten Cilacap.
Dalam kegiatan yang digelar usai prosesi peringatan HUT di Alun-alun Cilacap, dua kecamatan yang berada di perbatasan Jawa Tengah (Patimuan) dan Jawa Barat (Dayeuhluhur), menampilkan atraksi kesenian yang memadukan budaya Banyumasan dengan Sunda.

Kolaborasi dua budaya ini terlihat dari atraksi Rampak Kendang yang sebagian besar dimainkan anak-anak usia sekolah dari Kecamatan Patimuan yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Anak-anak usia sekolah ini dengan lincahnya memainkan kendang guna mengiringi para penari Jaipong Sunda yang dipadukan Lengger Banyumasan.
Permainan kendang anak-anak ini juga dipadukan dengan irama seruling dan gamelan Sunda yang dimainkan beberapa pria dewasa, sehingga terlihat keharmonisan di antara mereka terutama saat memainkan instrumentalia lagu Jawa berjudul “Prau Layar”.
Selain seni Rampak Kendang, dalam Parade Budaya Cilacap ini juga ditampilkan kesenian Jaipong dari Kecamatan Dayeuhluhur yang berbatasan dengan Kota Banjar dan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

 

Sama halnya dengan Kecamatan Patimuan, kesenian yang berkembang di Dayeuhluhur juga merupakan perpaduan seni Banyumasan dan Sunda.
Dengan demikian, gerakan tarian Jaipong yang ditampilkan oleh sejumlah perempuan muda dari Dayeuhluhur ini hampir mirip dengan gerakan Lengger Banyumasan.
Bahkan, irama musik gamelan yang mengiringi tarian Jaipong ini juga merupakan perpaduan dua budaya tersebut.
Parade budaya ini menampilkan berbagai kesenian yang berkembang di Kabupaten Cilacap seperti kuda lumping, lengger, kentongan, dan diakhiri dengan atraksi Begalan yang dimainkan Ikatan Waria Cilacap (Iwaci) serta defile sepeda “onthel”.
Begalan merupakan tradisi budaya Banyumas yang biasa digelar dalam suatu acara pernikahan dimana mempelai pria merupakan anak bungsu, sedangkan mempelai perempuan merupakan anak sulung.

Editor: faizhifzhan

About faizhifzhan

Manusia di titik NOL yang tidak memiliki apa yang seharusnya dimiliki karena sesungguhnya Allah lah yang berada pada titik tak hingga yang memiliki segalanya, dan semua yang saya miliki sekarang adalah titipan dari-Nya.
Lihat semua tulisan faizhifzhan »

Sudah ada 2 Komentar. Ingin menambahkan?

  1. fikrielfrana mengatakan:

    cilacap keren yaaah waaaaw

Tinggalkan balasan.

Alamat surel tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai dengan *


BloggerCilacap.com