Pemkab Cilacap Siapkan Festival Nusakambangan dan Segara Anakan

Oleh pada 5 Maret 2013 | Dibaca 2710 kali
Festival Nusakambangan

Pulau Nusakambangan, Cilacap

Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyiapkan Festival Nusakambangan dan Segara Anakan sebagai salah satu bentuk kampanye penyelamatan lingkungan.

“Festival ini rencananya akan digelar pada akhir Juni bertepatan dengan liburan sekolah,” kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Kawasan Sumber Daya Segara Anakan Kabupaten Cilacap Mochammad Harnanto di Cilacap, Selasa.

Ia menjelaskan berbagai kegiatan akan digelar dalam festival itu di antaranya seminar nasional, lomba karya jurnalistik, dan fotografi tingkat nasional.

“Seluruhnya bertemakan upaya penyelamatan kawasan Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan,” kata dia.

Ia mengatakan kegiatan tersebut digelar saat liburan sekolah guna mengenalkan upaya penyelamatan lingkungan terhadap para pelajar.

Laguna Segara Anakan, Cilacap

Laguna Segara Anakan, Cilacap

Menurut dia, festival itu juga merupakan bagian dari kegiatan Promosi Investasi Pulau-pulau Kecil dan Pesisir Tingkat Nasional.

“Harapan kita melalui kegiatan ini akan semakin banyak yang mengetahui betapa pentingnya penyelamatan Segara Anakan dan Nusakambangan agar dapat dipertahankan keberadaannya,” katanya.

Dia mengharapkan festival tersebut dapat mengangkat potensi pariwisata Pulau Nusakambangan dan Segara Anakan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap.

Pihaknya melalui kegiatan itu akan mengundang para ahli guna membahas kegiatan fisik berupa pengerukan Segara Anakan yang direncanakan pemerintah pada 2014.

“Kalau tahun 2013 belum ada rencana kegiatan fisik terkait upaya penyelamatan Segara Anakan yang mengalami sedimentasi. Hanya saja, kemarin kita meresmikan `tracking mangrove` sebagai laboratorium mangrove dengan dilengkapi empat gazebo, instalasi pengolahan air bersih, dan pembangkit listrik tenaga surya di Kampung Laut,” katanya.

Pihaknya bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengundang Institut Maritim Indonesia untuk membuat film tentang Nusakambangan dan Segara Anakan.

“Saya juga minta dibuatkan film animasi tentang bagaimana kalau Segara Anakan tidak terselamatkan. Film ini akan disebar ke seluruh dunia sebagai kampanye penyelamatan Segara Anakan,” katanya.

Segara Anakan memiliki daya tarik, yakni memiliki komposisi maupun struktur hutan mangrove terlengkap.

Keberadaan hutan mangrove Segara Anakan memiliki peran penting dalam pengasuhan (nursery ground) dan tempat mencari makan (feeding ground) berbagai jenis burung migrasi.

Selain itu, hutan mangrove di Segara Anakan juga berperan sebagai tempat pemijahan (spawning ground) berbagai jenis ikan, udang, dan biota laut lainnya.

Akan tetapi, kondisi Segara Anakan terus menyempit karena berdasarkan data Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pengelola Kawasan Sumber Daya Segara Anakan Kabupaten Cilacap, luas laguna yang semula 6.460 hektare (pada 1903) menyusut menjadi 700 hektare akibat endapan lumpur dari Sungai Citanduy dan Sungai Cimeneng.

Laju sedimentasi tersebut banyak disumbang oleh Sungai Citanduy yang bermuara di Segara Anakan yang mencapai sekitar 760.000 meter kubik lumpur per tahun dan sisanya dari Sungai Cimeneng. (ANTARA News)

Editor: ICHINK

About bushoirie

Hanyalah anak biasa, anak desa yang tidak punya keahlian apa-apa, tidak punya hal yang bisa dibanggakan.
Lihat semua tulisan bushoirie »

Sudah ada 1 Komentar. Ingin menambahkan?

  1. doni mengatakan:

    Mas bro admin itu foto segara anakan beneran yang ada di cilacap atau pulau sempu. Coba di cek lagi dong jangan asal pasang foto aja!

Tinggalkan balasan.

Alamat surel tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai dengan *


BloggerCilacap.com