Merakit Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pengenalan listrik tenaga surya.

Solar panel atau panel tenaga surya adalah suatu papan yang berisi susunan bahan-bahan semikonduktor yang jika terpapar sinar matahari akan terjadi suatu aliran elektron.

Aliran elektron inilah yang nantinya kita mafaatkan dengan cara disimpan di aki ataupun dengan berbagai pemanfaatan lainnya.

Apa saja yang dibutuhkan untuk merakitnya ?

1. Solar Panel

Pertama yang perlu kita siapan adalah papan panel suryanya sendiri, dipasaran sangat beragam berbagai model panel surya dengan berbagai ukuran WP (watt peak), mulai dari yang terkencil sampai saat ini yang beredar mencapai 440WP perlembar.

Sedangkan untuk jenisnya, solar panel sendiri ada 3 jenis. Yaitu mono kristal, poli kristal, dan amorphous. Dari ketiga jenis itu mono kristal dan poli kristal adalah yang paling mudah ditemui dipasaran Indonesia. Untuk harga mono kristal lebih mahal dari polikristal karena berbagai faktor, salah satunya karena efisiensi yang tinggi.

2. Kontroler Pengisian

Sebelum aliran dari panel surya masuk ke aki, maka harus masuk ke kontroler pengisian terlebih dahulu dikarenakan tegangannya tidak stabil yang mana jika aliran dari panel surya disambungkan langsung ke aki maka aki akan cepat sekali soak/rusak.

Dipasaran banyak sekali model dan merk kontroler atau yang biasa disebut Solar Charge Controller. Dan untuk jenis yang paling umum adalah PWM dan MPPT, yang mana MPPT memiliki efisiensi yang sangat bagus dalam mengkonversi sinar matahari menjadi aliran elektron.

Ada juga hanya memakai rangkaian buatan sendiri memakai modul step up dikombinasikan dengan modul step down, dan rangkaian ini memiliki efisiensi yang juga cukup bagus, hanya saja diperlukan pengetahuan elektronika yang lebih.

3. Aki

Setelah melalui kontroler aliran akan diteruskan ke aki, disinilah elektron itu disimpan untuk penggunaan malam hari ketika cahaya matahari sudah tidak ada. Model dengan berbagai arus aki sangat banyak, dan yang umum dengan arus 200AH yang biasa digunakan untuk alat-alat berat karena diperlukan CCA yang tinggi.

Untuk jenis ada aki basah dan kering, dalam penggunaan tenaga surya yang paling bagus adalah menggunakan aki kering, selain bebas perawatan juga menghindari bau dari cairan yang mendidih ketika proses isi ulang pada aki basah, hanya saja untuk harga aki kering lebih mahal dari aki basah.

4. Inverter

Kebanyakan voltase alat-alat yang ada disekitar kita menggunakan voltase 220 Volt 50Hz, dan untuk merubah voltase dari aki 12v menjadi 220v diperlukan adanya inverter.

Jenis dari inverter beragam, ada yang PSW ( Pure sine wave ) inverter dengan gelombang sinus murni yang sama dengan gelombang pada aliran PLN.

Modified Sine Wave, untuk inverter ini memiliki gelombang kotak, dan inverter ini biasanya hanya ada untuk kebutuhan lampu, sangat tidak diajurkan untuk beban induksi karena bebannya bisa saja terbakar.

Related Post

Tinggalkan Balasan